Sejarah Ilmu Komunikasi

SEJARAH

Sejarah panjang perjalanan membangun ilmu komunikasi yang unggul dan berdampak

2008

Pendirian Program Studi

Program Studi Magister Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman resmi didirikan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. Program ini hadir untuk menjawab kebutuhan tenaga ahli komunikasi yang kompeten di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

2012

Akreditasi Pertama dari BAN-PT

MIK Unsoed memperoleh akreditasi pertama dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan predikat B. Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan program studi dan mengukuhkan komitmen terhadap mutu pendidikan.

2015

Pembaruan Kurikulum Berbasis KKNI

Program studi melakukan revisi kurikulum secara menyeluruh untuk menyesuaikan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Kurikulum baru dirancang agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan ilmu komunikasi global.

2018

Akreditasi Ulang dengan Skor Meningkat

MIK Unsoed kembali memperoleh akreditasi B dari BAN-PT dengan nilai yang lebih tinggi. Peningkatan ini didorong oleh perbaikan kualitas penelitian dosen, peningkatan fasilitas, dan semakin banyaknya lulusan yang terserap di dunia kerja.

2020

Transformasi Pembelajaran di Masa Pandemi

Menghadapi tantangan pandemi COVID-19, MIK Unsoed dengan cepat bertransformasi ke model pembelajaran daring. Inovasi dalam penggunaan platform digital menjadikan proses pendidikan tetap berjalan efektif dan menjadi pengalaman berharga bagi seluruh civitas akademika.

2022

Pengembangan Laboratorium Komunikasi Digital

MIK Unsoed meresmikan Laboratorium Komunikasi Digital yang dilengkapi dengan perangkat produksi konten, studio siaran, dan ruang simulasi hubungan masyarakat. Fasilitas ini mendukung pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan industri komunikasi masa kini.

2024

Akreditasi Unggul dari BAN-PT

Puncak pencapaian diraih ketika MIK Unsoed berhasil memperoleh predikat Akreditasi Unggul dari BAN-PT. Capaian tertinggi ini merefleksikan kualitas tata kelola, mutu dosen, riset, serta dampak lulusan yang semakin diakui secara nasional.