Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UNSOED Gelar Sosialisasi Literasi Digital untuk Perkuat Kesadaran Masyarakat di Era Digital
Purwokerto, 26 April 2026 – Master of Communication Student Association (MCSA) Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Literasi Digital: Waspada Transaksi Online dan Keamanan Digital di Aula Desa Purwokerto Wetan, Banyumas. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk kontribusi nyata mahasiswa pascasarjana dalam mendukung penguatan literasi digital masyarakat di tengah meningkatnya tantangan komunikasi pada era digital.
Mengusung tema “Membangun Budaya Digital yang Aman, Etis, dan Cerdas di Era Transformasi Komunikasi”, kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan media digital secara aman, produktif, dan bertanggung jawab. Tema tersebut mencerminkan komitmen akademik Magister Ilmu Komunikasi UNSOED dalam mendorong penguatan literasi digital yang tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga aspek etika, budaya, dan keamanan digital.
Pembina MCSA, Dr. Nuryanti, M.Sc., menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan literasi digital menjadi kebutuhan mendasar yang harus dimiliki setiap individu.
"Transformasi digital menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan. Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memahami informasi secara kritis, menjaga keamanan data pribadi, serta memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, mahasiswa hadir untuk berbagi pengetahuan sekaligus menjalankan peran akademiknya sebagai agen perubahan sosial di tengah masyarakat," ujarnya.
Menurut Nuryanti, kegiatan pengabdian masyarakat berbasis literasi digital juga menjadi sarana penting untuk menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat.
"Sebagai bagian dari komunitas akademik, mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan pengetahuan, tetapi juga mampu mendiseminasikan pengetahuan tersebut agar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Inilah semangat yang ingin dibangun melalui kegiatan MCSA," tambahnya.
Ketua Pelaksana kegiatan, Muhamad Muzakir, menjelaskan bahwa sosialisasi dirancang menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif agar peserta tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami ingin kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang aplikatif. Karena itu, peserta tidak hanya mengikuti seminar, tetapi juga berdiskusi, melakukan simulasi sederhana, dan memperoleh panduan praktis yang dapat digunakan setelah kegiatan berakhir," jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan menghadirkan dua pemateri dari kalangan mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UNSOED, yaitu Ahmad Arijal Lutfi dan Mabdi Rizqi Rofi, yang membahas berbagai aspek literasi digital mulai dari budaya digital, etika digital, keamanan digital, hingga pentingnya membangun perilaku bermedia yang cerdas dan bertanggung jawab.
Ahmad Arijal Lutfi menegaskan bahwa kemampuan literasi digital menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki masyarakat di tengah derasnya arus informasi saat ini.
"Masyarakat saat ini hidup dalam lingkungan yang dipenuhi informasi dari berbagai platform digital. Literasi digital menjadi penting agar masyarakat mampu memilah informasi, memahami risiko yang ada di ruang digital, serta memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang produktif dan bermanfaat," ungkapnya.
Sementara itu, Mabdi Rizqi Rofi menyoroti pentingnya membangun budaya digital yang sehat melalui penguatan etika dan kesadaran keamanan digital.
"Teknologi tidak hanya mengubah cara kita berkomunikasi, tetapi juga membentuk budaya baru dalam masyarakat. Karena itu, literasi digital harus dipahami sebagai kemampuan untuk berinteraksi secara etis, menjaga keamanan diri, serta membangun lingkungan digital yang sehat dan bertanggung jawab," jelasnya.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi interaktif dan praktik sederhana terkait keamanan digital. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengenali potensi ancaman digital serta memahami langkah-langkah perlindungan data pribadi saat beraktivitas di ruang digital.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, panitia juga mendistribusikan Handbook Optimalisasi Pemanfaatan Media Digital kepada peserta. Buku panduan tersebut berisi berbagai tips, strategi, dan informasi praktis mengenai pemanfaatan media digital yang aman, produktif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Ketua Umum MCSA, La Ode Muhammad Rizal Sangkalibu, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi mahasiswa dalam menghadirkan program-program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
"MCSA ingin menjadi ruang yang tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik internal, tetapi juga mampu berkontribusi kepada masyarakat melalui berbagai program edukasi. Literasi digital merupakan salah satu isu yang sangat relevan saat ini karena berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, MCSA berharap masyarakat semakin memiliki kesadaran untuk memanfaatkan teknologi digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UNSOED sebagai agen perubahan sosial yang mampu mengimplementasikan pengetahuan komunikasi strategis dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat berbasis edukasi digital.